Rabu, 14 Juli 2010

G.Kambuno 2950 mdpl


Gunung kambuno 2985 mdpl terletak di kecamatan seko kabupaten luwu utara sekitar kurang lebih 45 kilo meter dari kota sabbang. Gunung kambuno merupakan salah satu tujuan para pendaki baik dari Sulawesi sampai dari luar Sulawesi. Dan merupakan gunung ke dua tersulit di Sulawesi sulawei karma membutuhkan 3 hari perjalanan untuk menggapai puncak. Dan melalui jalanan rintisan atau pengerasan yang sangat menguras keringat dan tenaga.

Kami memulai perjalan dari sekertariat Kpa. Garis palopo. Pada hari minggu tanggal 10 januari 2010 tujuan kami adalah menggapai puncak gunung kambuno sekaligus pengambilan nomor anggota. Personil yang ikut adalah hamka, ramli, saidil, elia, ari dan saya sendiri ada juga yang ikut dalam wild expedisi 6 kami yaitu resa dari kpa ranting palopo.

Kami langsung menuju kecamatan sabbang dengan menumpang mobil truk sekitar jam 10am pagi. Sekitar satu jam perjalanan kami sampai ke sabbang kami langsung menuju ke dusun ponggo desa malimbu di tengah perjalanan kami singgah di sekertariat kpa FALS kami melapor di sana terlebih dahulu lalu melanjutkan perjalanan kembali menuju ponggo dengan berjalan kaki sekitar 5 km. sesampai di ponggo kami harus bertanya karna seperti biasa kami melakukan expedisi tampa menggunakan leader dan tak seorang pun dari kami yang tahu jalan menuju kambuno.


Di ponggo kami harus menyebrangi jembatan gantung yang cukup besar. Melewati jembatan ponggo kita harus belok kiri atau bertanya di penduduk/ojek yang parkir dekat jembatan. Melewati jembatan kita berjalan kemudian mendapati sebuah sungi kecil kemudian perkebunan coklat dan sungai kecil lagi. Melewati sungai kecil kedua kita kemudian mendapati jalan pengerasan sekitar 7 kilo mendaki dan menurun kita mendapat sebuah mesjid kecil desa malimmbu, kemudian mendaki sedikit dan menurun kami mendapat sebuah kendaraan berat yaitu “doser”


dari doser kita menurun kemudian mendapatkan sebuah anak sungai di sini kita istirahat untuk makan siang pada. Pada pukul 4pm kami melanjutkan perjalanan sekitar 10 meter dari anak sungai kami melewati sebuah rumah penduduk di kilo 13 yang sering di jadikan tempat istirahat oleh ojek yang menuju kec.seko atau dusun menggaluku melewati rumah tersebut kami langsung di sambut dengan tanjakan yang sangat berat sekitar kemiringan 70-80 drajat. Setelah tanjakan kita melewati jembatan gantung tang terbuat dari kayu dan rotan.sekitar 2 jam berjalan kami istirahat pada kilo16 yang dijadikan camp1 lokasinya sangat bersih dan terdapat sungai yang lumayan besar. Di sini juga banyak terdapat sayur-sayuran yang dapat di jadikan makanan.malam itu kami melewati dengan sangat meriah karna ada api ungun dan udara yang sangat mendukung.


Ke esokan harinya pukul 7.30am setelah sarapan kami kami melanjutkan perjanan menuju dusun mengkaluku trak pertama kita di sambut dengan tanjakan kemudian menurun mendapatkan sebuah jembatan gantung kemudian traking berat kemudian agak melandai dan menurun setelah 4 jam berjalan kami tiba di dusun kurirang desa malimbu. Di kurirang kami istirahat makan siang kemudian melanjutkan perjalanan melewati jembatan gantung menuju dasun mangkaluku. Sekitar setengah jam berjalan melewati kampong kurirang akhirnya kami sampai di mangkaluku kilometer 26 sekitar jam 1.15pm. kami pun istirahat dan berencana melanjutkan perjalanan esok pagi sekaligus mencari data-data tentang gunung kambuno di pak dusun setempat.malam itu menjadi malam yang sangat menyenangkan karna dusun ini sudah terdapat sumber listrik suasembada masyarakat


Keesokan harinya setelah sarapan kami melanjutkan ke kilometer 45 dari dusun mangkaluku trakingnya cukup berat apalagi waktu di kilo 29 pokoknya sengatan matahari terasa sejengkal dari kepala. Dengan susah payah kami sampai di kilo 45 pada pukul 5am ternyata pos 1 sudah dekat dari kilo 45 maklum kami pergi bermodalkan nekat tampa liader, kami pun camp di 45 karna untuk lanjut terasa sangat mustahil karna gelap dan hujan sangat deras.


Keesokan harinya setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan dari pos 1 ke pos 2 jalurnya tidak terlalu sulit hanya saja kita melewati semak dan beberapa longsoran sekitar sejam berjalan akhirnya sampai di pos 2 dan di lanjutka ke pos 3 melewati longsoran dan patahan, di sini jalur agak membingungkan maka perhatikan string yang ada.

Pos 3 adalah pos di mana bias di jadikan tempat camp karna areanya luas dapat menampung 5 tenda dan terdapat sumber air yaitu sungai. Kami menaruh seluruh peralatan dan lanjut ke pos 4 jalur menuju pos 4 agak sulit karna melewati patahan dengan kemiringan 70 drajat, menuju pos 5 agak mudah dari pos 5 ke pos 6 agak jauh dan mulai terasa dingtin karna ketinggian yang sudah mencapai 2000 lebih dai pos 6 kita harus berhati-hatikarna jalur agak susah dengan medan yang hampir serupah di pos 7 bisa istirahat tetapi kami mulai lelah karna dari pos 5 kami di hantam oleh badai maklum kami mendaki pada musim hujan kami istiraha sejenak membuat kopi karna badai tak kunjung berhenti.


Setelah badan terasa hangat kami melanjutkannya ke pos 8 dan puncak pada pos 9 tampa menunggu lama saya kemudian menempelkan prasasti pada tugu tranggulasi dan berfoto-foto sejenak badai pun tambah menggila kami pun kemudian berlari turun ke pos 3 dan tiba pada pukul 4pm, kami memasang tenda dan memasak makanan lalu tertidur pulas malamnya kami bercanda-canda ria tetapi tetap waspada terhadap mistik rimba raya.


Keesokan paginya kami melanjutkan perjalanan dari pos 3 ke mangkaluku kami star pukul 8 pagi dan tiba di mangkaluku pukul 4 sore, kami pun di sambut dengan suka cita karna dapat kembali dengan selamat melihat kondisi alam yang kurang bersahabat. Malam yang menyenangkan di perkampungan karna banyak warga yang dating menonton televition di rumah pak dusun.

Pagi pun tiba setelah dsarapan kami lanjut ke pongo pada pukuk 8am dan sampai di kilo 16 bast camp pertama pada pukul 11am, tampa makan siang kami melanjutkan ke pongo dan tibalah kami di pongo pukul 3 sore dan langsung menumpang mobil open cup menuju sabbang, di sabbang kami menunggu teman kami karna team terpisah menjadi dua kami pun singgah di sekertariat KPA PALS meminum kopi setelah teman kami dating kami melanjutkan ke kota palopo dengan menggunakan angkutan kota dan allhamdulillah kami tiba dengan selamat di sekertariat pukul 8 pm


Itulah sedikit cerita wild expedition kami yang ke 6 di gunung tersulit ke dua di Sulawesi selatan semoga ada manfaatnya bagi para pembaca….thanks got.

Terimah kasih kepada :

  • Tuhan yang maha esa allah swt.
  • Seluruh warga dusun mangkaluku kilometer 26
  • Keluarga besar kpa FALS Sabbang
  • Ego kpa Lembah atas infonya
  • Gunung kambuno atas segala ke indahannya

Saran :

  • Perhatikan jalur pendakian dari pos 4 sampai 7
  • Membawa botol air masing-masing satu / orang
  • Jangan jalan terlalu dekat dengan jurang / longsoran
  • Jangan mandi telanjang di pos 3

Catatan :

  • Gunung kambuno terdapat kampung hilang yang hampir serupa dengan wentira di sul-teng
  • Warga kota seko sering hilang terutama desa lodang tiba-tiba lenyap di desa dan di temukan di puncak kambuno
  • Sering terdengar suara-suara aneh di pos 3 yang di percaya sebagai kampung hilang
  • Seminggu setelah pendakian kami ada sekelompok pendaki yang berjumlah 5 orang dari KPA KAPAS palopo dan dinyatakan hilang dan 3 masih belum ditemukansampai sekarang



PROFIL :

• Nama : khairul takdir syahri SP.d

• Wild name : ayyung

• T4 / tgl lahir : wotu 21-02-1986

• Alamat : palopo sul-sel

• Kpa : GARIS Palopo

• Phone : 085299960666

@ Web : ayyung.blogspot.com

Rekor :

• G.Bawakaraeng 2800 MDPL thn 2009

• G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009

• G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009

• G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009

• G.Baliase 2894 MDPL thn 2009

• G.Sesean 2100 MDPL thn 2002-2009

• G.Buntu Puang 1904 MDPL thn 2009

• G.Bambapuang 1021 MDPL thn 2010

• G.Sinaji latimojong 2600 MDPL thn 2010

• G.kambuno 2950 MDPL thn 2010

• G.Gandang Dewata 3037 MDPL thn 2010

Target :

• G. Sojol 3025 MDPL Sulawesi Tengah thn 2011

* Gunung-gunung Tertinggi di Jawa Timur thn 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar